Manusia dan Penderitaan


-->
Setiap manusia pasti mengalami penderitaan, baik berat ataupun ringan. Penderitaan adalah bagian kehidupan manusia yang bersifat kodrati. Karena itu terserah kepada manusia itu sendiri untuk berusaha mengurangi penderitaan itu semaksimal mungkin, bahkan menghindari atau menghilangkan sama sekali. Manusia adalah mahluk berbudaya, dengan budayanya itu ia berusaha mengatasi penderitaan yang mengancam atau dialaminya.


Penderitaan dikatakan sebagai kodrat manusia, artinya sudah menjadi konsekwensi manusia hidup, bahwa manusia hidup ditakdirkan bukan hanya untuk bahagia, melainkan juga menderita. Karena itu manusia hidup tidak boleh pesimis, yang menganggap hidup sebagai rangkaian penderitaan. Manusia harus optimis, ia harus berusaha mengataasi kesulitan hidup. Allah telah berfirman dalam surat Arra’du ayat 11, bahwa Tuhan tidak akan merubah nasib seseorang kecuali orang itu sendiri yang berusaha merubahnya.


Pembebasan dari penderitaan pada hakekatnya meneruskan kelangsungan hidup. Caranya ialah berjuang menghadapi tantangan hidup dalam alarn lingkungan, masyarakat sekitar, dengan waspada, dan disertai doa kepada Tuhansupaya terhindar dari bahaya dan malapetaka.


PENDERITAAN, MEDIA MASA DAN SENIMAN
Dalam dunia modern sekarang ini kemungkinan terjadi penderitaan itu lebih besar. Hal ini telah dibuktikan oleh kemajuan teknologi dan sebagainya menyejahterakan manusia dan sebagian lainnya membuat manusia menderita.


Beberapa sebab lain yang menimbulkan penderitaan manusia ialah kecelakaan, bencana alam, bencana perang. dan lain-lain. Contohnya ialah tenggelamnya kapal Tampomas Dua di perairan Masalembo, jatuhnya pesawat hercules yang mengangkut para perwira muda di­Condet, Meletusnya gunung galunggung,perang Irak-Iran.


Media masa merupakan alat yang paling tepat untuk mengkomunikasikan peristiwa-peristiwa penderitaan manusia secara cepat kepada masyarakt. Dengan demikian masyarakat dapat segera menilai untuk menentukan sikap antara sesama manusia tenitama bagi yang merasa simpati. Tetapi tidak kalah pentingnya komunikasi yang dilakukan para seniman melalui karya seni, sehingga pars pembaca, penontonnya dapat menghayati penderitaan sekaligus keindahan karya seni.


Media masa merupakan alat yang paling tepat untuk mengkomunikasikan peristiwa-peristiwa penderitaan manusia secara cepat kepada masyarakt. Dengan demikian masyarakat dapat segera menilai untuk menentukan sikap antara sesama manusia tenitama bagi yang merasa simpati. Tetapi tidak kalah pentingnya komunikasi yang dilakukan para seniman melalui karya seni, sehingga para pembaca, penontonnya dapat menghayati penderitaan sekaligus keindahan karya seni.


PENDERITAAN DAN SEBAB-SEBABNYA
Apabila kita kelompokkan secara sederhana berdasarkan sebab-sebab timbulnya penderitaan, maka penderitaan manusia dapat diperinci sebagai berikut :


  • Penderitaan yang timbul karena perbuatan buruk manusia.
    Penderitaan yang dialami dan disebabkan oleh sesama manusia ini dapat terjadi dalam hubungan sesama manusia dan hubungan manusia dengan alam sekitarnya. Karena disebabkan oleh sesama manusia, maka manusia jugalah yang harus memperbaiki nasib buruknya ini. Di sisi lain, pada hubungan dengan alam sekitar, manusia secara tidak langsung menyebabkan penderitaan itu sendiri (contoh mudahnya banjir yang disebabkan penebangan hutan).
  • Penderitaan yang timbul karena penyakit, siksaan/ azab Tuhan
    Selain oleh sesama manusia, penderitaan manusia juga dapat disebabkan oleh penyakit atau azab dari Tuhan YME. Azab ini dapat berupa cobaan kepada manusia tersebut agar dapat menjadi lebih baik. Untuk mengatasi hal ini, diperlukan tawakkal, ikhtiar, kesabaran, dan optimisme dari manusia itu sendiri.


PENGARUH PENDERITAAN
Orang yang mengalami penderitaan mungkin akan memperoleh pengaruh bemiacam-macam dan sikap dalam dirinya. Sikap yang timbul dapat berupa sikap positif ataupun sikap negatif. Sikap negatif misalnya penyesalan karena tidak bahagia, sikap kecewa, putus asa, ingin bunuh diri. Sikap ini diungkapkan dalam peribahasa “sesal dahulu pendapatan, sesal kernudian tak berguna”, “nasi sudah menjadi bubur”.


Sikap positif yaitu sikap optimis mengatasi penderitaan hidup, bahwa hidup bukan rangkaian penderitaan, melainkan perjuangan membebaskan diri dart penderitaan, dan penderitaan itu adalah hanya bagian dari kehidupan.


Apabila sikap negatif dan sikap positif.ini dikomunikasikan oleh para seniman kepada para pembaca, penonton, maka para pembaca, para penonton akan memberikan penilaiannya. Penilaian itu dapat berupa kemauan untuk mengadakan perubahan nilai-nilai kehidupan dalam masyarakat dengan tujuan perbaikan keadaan. Keadaan yang sudah tidak sesuai ditinggalkan dan diganti dengan keadaan yang lebih sesuai. Keadaan yang berupa hambatan harus disingkirkan.


Pada akhirnya, dalam berbagai bentuk penderitaan, entah disebabkan oleh apapun atau siapapun, manusialah yang harus menyelesaikan persoalan dan permasalahan itu sendiri, dengan usaha dan sikap yang optimis, manusia diharapkan dapat menyelesaikan masalah penderitaan mereka. Secara langsung, ataupun secara tidak langsung.

disunting dari
  • http://hadi27.wordpress.com/rangkuman-manusia-dan-keindahan-serta-manusia-dan-penderitaan/
  •  http://indrie-swetie.blogspot.com/2011/03/penderitaan-manusia.html
  • http://true-end.net78.net/blog/post/53/penderitaan-manusia-dan-persoalannya/
Read More

Manusia dan CInta Kasih


-->
Manusia adalah ciptaan Tuhan yang paling sempurna apabila di bandingkan dengan ciptaan Tuhan yang lainnya. Tuhan memberikan akal dan pikiran kepada manusia untuk mampu mengolah dan memelihara segala kekayaan alam dan isi di bumi ini. Selain itu, Tuhan juga menganugerahkan cinta  kasih kepada manusia.Cinta adalah sebuah perasaan yang ingin membagi bersama atau sebuah perasaanafeksi terhadap seseorang. Pendapat lainnya, cinta adalah sebuah aksi/kegiatan aktif yang dilakukan manusia terhadap objek lain, berupa pengorbanan diri, empati, perhatian, memberikan kasih sayang, membantu, menuruti perkataan, mengikuti, patuh, dan mau melakukan apapun yang diinginkan objek tersebut.  Sedangkan kata kasih, artinya perasaan sayang atau cinta atau sangat menaruh belas kasihan. Dengan demikian cinta kasih dapat diartikan sebagai perasaan sayang kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasihan.Cinta dan kasih bukanlah hal yang sama, cinta lebih mengandung  pengertian tentang rasa yang mendalam sedangkan kasih merupakan cara untuk mengungkapkan cinta tersebut.
Adapun jenis-jenis Cinta kasih antara lain :
1.       Cinta eros : adalah cinta yang menggila, mencintai karena hasrat yang amat sangat dalam untuk memiliki seseorang,,, cinta eros tak kenal logika,,, cinta ini akan memberikan rasa sakit yang amat sangat bila tidak tercapai,,, banyak orang yang bunuh diri karena cinta jenis ini…
2.       Cinta Fhilia : cinta yang tulus kepada siapa saja,,, di sebut juga cinta sahabat, iklas memberi kepada siapa saja tanpa pandang bulu,, seperti kepada teman, sahabat, ortu, ataupun anak2 jalanan dan fakir miskin
3.       Cinta agape : cinta tingkat tertinggi,, bersedia berkorban dan menderita untuk orang yang di cintai,,, bahkan rela tetap mencintai seseorang itu walaupun sebenarnya orang itu sudah tak pantas lagi untuk di cintai,,, ini adalah cinta yang penuh pengertian, kasih sayang, kesetiaan, dan kesucian,,, cinta ini adalah gambaran dari cinta Allah kepada Manusia.
4.       Cinta storge : cinta dinmana perasaan yang ada kurang berkobar-kobar tetapi memiliki afeksi yang dalam, memiliki komitmen yang kuat terhadap hubungan tersebut serta lebih kepada hubungan sebagai sahabat yang membutuhkan kepercayaan satu sama lain sepanjang waktu untuk membangunnya.
Pengunaan perkataan cinta dalam masyarakat Indonesia dan Malaysia lebih dipengaruhi perkataan love dalam bahasa Inggris. Love digunakan dalam semua amalan dan arti untuk eros, philia, agape dan storge. Namun demikian perkataan-perkataan yang lebih sesuai masih ditemui dalam bahasa serantau dan dijelaskan seperti berikut:
  1. Cinta yang lebih cenderung kepada romantis, asmara dan hawa nafsu, eros
  2. Sayang yang lebih cenderung kepada teman-teman dan keluarga, philia
  3. Kasih yang lebih cenderung kepada keluarga dan Tuhan, agape
  4. Semangat nusa yang lebih cenderung kepada patriotisme, nasionalisme dan narsisme, storge
Cinta juga selalu menyatakan unsur  - unsur dasar tertentu yaitu:
  1. Pengasuhan, contohnya cinta seorang ibu kepada anaknya.
  2. Tanggung jawab, adalah tindakan yang benar – benar bedasarkan atas suka rela.
  3. Perhatian, merupakan suatu perbuatan yang bertujuan untuk mengembangkan pribadi orang lain, agar mau membuka dirinya.
  4. Pengenalan, merupakan keinginan untuk mengetahui rahasia manusia.
Cinta antar pribadi menunjuk kepada cinta antara manusia. Bentuk ini lebih dari sekedar rasa kesukaan terhadap orang lain. Cinta antar pribadi bisa mencakup hubungan kekasih, hubungan orangtua dengan anak, dan juga persahabatan yang sangat erat.
Beberapa unsur yang sering ada dalam cinta antar pribadi:
  • Afeksi: menghargai orang lain.
  • Altruisme: perhatian non-egois kepada orang lain (yang tentunya sangat jarang kita temui sekarang ini).
  • Reciprocation: cinta yang saling menguntungkan (bukan saling memanfaatkan).
  • Commitment: keinginan untuk mengabadikan cinta, tekad yang kuat dalam suatu hubungan.
  • Keintiman emosional: berbagi emosi dan rasa.
  • Kinship: ikatan keluarga.
  • Passion: Hasrat dan atau nafsu seksual yang cenderung menggebu-gebu.
  • Physical intimacy: berbagi kehidupan erat satu sama lain secara fisik, termasuk di dalamnya hubungan seksual.
  • Self-interest: cinta yang mengharapkan imbalan pribadi, cenderung egois dan ada keinginan untuk memanfaatkan pasangan.
  • Service: keinginan untuk membantu dan atau melayani.
  • Homoseks: Cinta dan atau hasrat seksual pada orang yang berjenis kelamin sama, khususnya bagi pria. Bagi wanita biasa disebut Lesbian (lesbi).
di sunting dari http://serigalamilita.wordpress.com/2010/10/31/hubungan-manusia-dengan-cinta/
Read More

Manusia dan Kebudayaan

A. Pengertian manusia
Manusia dialam dunia ini memegang peranan yang unik, dan dapat dipandang dari banyak segi. Manusia merupakan kumpulan dari berbagai system yang saling terkait satu sama lain dan merupakan kumpulan dari energy ( ilmu fisika ). manusia merupakan mahluk social yang tidak dapat berdiri sendiri ( sosiologi ), mahluk yang selalu ingin mempunyai kekuasaan ( politik ) dan sebagainya. Dalam ilmu eksakta, manusia dipandang sebagai kumpulan dari partikel – partikel atom yang membentuk jaringan – jaringan system yang dimiliki oleh manusia ( ilmu kimia ). Dalam ilmu – ilmu social , manusia merupakan mahluk yang ingin memperoleh keuntungan atau selalu memperhitungkan setiap kegiatan, sering disebut homo ecinomius ( ilmu sosial ),

Ada dua pandangan yang akan dijadikan acuan untuk menjelesakan unsur - unsur tentang manusia, yitu
1. Manusia itu terdiri dari empat unsur yaitu saling terkaiti, misal
  • jasad, yaitu badan kasar manusia yang nampal pada luamnya, dapat diraba, difoto dan menempati ruang dan waktu
  • hayat, yaitu mengandung unsur hidup, yang di tandai dengan gerak
  • ruh, yaitu bimbingan Tuhan, daya yang bekerja secara spiritual dan memahami kebenaran
  • nafs, yaitu kesadaran tentang diri sendiri
2. Manusia sebagai satu keperibadian mengandung 3 unsur, yaitu
  • Id, merupakan libido murni,atau energi psikis yang menunjukkan ciri alami yang irrasional dan terkait dengan sex, yang secara instingtual menentukan proses-proses ketidaksadaran (unconcious). Terkurung dari realitas dan pengaruh sosial, Id diatur oleh prinsip kesenangan, mencari kepuasan instingsual libidinal yang harus dipenuhi baik secara langsung melalui pengalaman seksual, atau tidak langsung melalui mimpi atau khayalan.
  • Ego, merupakan bagian atau struktur kepribadian yang pertama kali dibedakan dari Id, seringkali disebut sebagai kepribadian “eksekutif” karena peranannya dalam menghubungkan energi Id ke dalam saluran sosial yang dapat dimengerti oleh orang lain.
  • Superego, merupakan kesatuan standar-standar moral yang diterima oleh ego dari sejumlah agen yang mempunyai otoritas di dalam lingkungan luar diri, biasanya merupakan asimilasi dari pandangan-pandangan orang tua.
B. Hakekat Manusia
a. Mahluk ciptaan Tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan yang utuh
b. Mahluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna, jika dibandingkan dengan mahluk lainnya
c. Mahluk biokultural, yaitu mahluk hayati yand budayawi
d. Mahluk ciptaan Tuhan yang terikat dengan lingkungan (ekologi), mempunyai kualitas dan martabat karena kemampuan bekerja dan berkarya

C.Kepribadian Bangsa Timur
Banyak orang masih sering mempersoalkan perbedaan antara kebudayaan Barat dan kebudayan Timur. Padahal konsep itu berasal dari orang Eropa Barat dalam zaman ketika mereka berexpansi menjelajahi dunia, menguasai wilayah luas di Afrika, Asia dan Oseania, dan memantapkan pemerintah-pemerintah jajahan merka dimana-mana. Semua kebudayaan di luar kebudayaan mereka di Eropa Barat disebutnya kebudayaan Timur, sebagai lawannya kebudayaan mereka sendiri yang meraka sebut kebudayaan barat.

orang - orang yang seriing mendiskusikan kontras antara kedua konsep tersebut secara populer, bisanya menyangka bahwa kebudayaan timur lebih mementingkan kehidupan kerohanian, mistik, pikiran preologis, keramahtamahan dan gotong royong. Sedangkan kebudayaan barat lebih mementingkan kebendaan, pikiran logis, hubungan asas guna (hbungan hanya berdasarkan prinsi guna) dan individualisme.

D. Pengertian Kebudayaan
Kebudayaan jika dikaji dari asal kata bahasa sansekerta berasal dari kata budhayah yang berarti budi atau akal. Dalam bahasa latin, kebudayaan berasal dari colere, yang berati mengolah tanah. Jadi kebudayaan secara umum dapat di artikan sebagai "segala sesuatu yang dihasilkan oleh akal budi (pikiran) manusia dengan tujuan untuk mengolah tanah atau tempat tinggalnya, atau dapat pula diartikan segala usaha manusia untuk dapat melangsungkan dan mempertahankan hidupnya di dalam lingkungannya". Budaya dapat pula diartikan sebagai himpunan pengalaman yang dipelajari, mengacu pada pola - pola perilaku yang ditularkan secara sosial, yang merupakan kekhususan kelompok sosial tertentu.(keesing, jilid 1, 1989, hal 68)

E. Unsur - Unsur Kebudayaan
Melville J. Herkovits mengajukan pendapatnya tentang unsur kebudayaan menmpunyai empat unsur, yaitu alat-alat teknologi, sistem ekonomi, keluarga dan kekuatan politik. Sedangkan Broinslaw Malinowski mengatakan unsur-unsur itu terdiri dari sistem norma, organisasi ekonomi, alat-alat atau lembaga ataupun petugas pendidikan, dan organisasi kekuatan.
C. Kluckhohn dalam karyanya berjudul Universal Categories of Culture mengemukakan ada tujuh kebudayaan universal,yaitu :
  1. Sistem Religi (sistem kepercayaan)
  2. Sistem Organisasi Kemasyarakatan
  3. Sistem Pengetahuan
  4. Sistem mata pencaharian hidup dan sistem-sistem ekonomi
  5. Sistem Teknologi dan Peralatan
  6. Bahasa
  7. Kesenian
F. Wujud Kebudayaan
Menurut dimensi wujudnya, kebudayan mempunyai tiga wujud yaitu

  1. Kompleks gagasan, konsep, dan pikiran manusia yaitu disebut sistem budaya, sifatnyaabstrak, tidak dapat dilihat dan berpusat pada kepala-kepala manusia yang menganutnya atau dengan perkataan lain, dalam alam pikiran warga masyarakat dimana kebudayaan bersangkutan hidup.
  2. Kompleks aktivitas, yaitu berupa aktifitas manusia yang saling berinteraksi, bersifat kongret, dapat diamati atau diobservasi, wujud ini sering disebut sistem sosial.
  3. Wujud sebagai benda, yaitu ktivitas manusia yang saling berinteraksi tidak lepas dari berbagai penggunaan peralatan sebagai hasil karya manusia untuk mencapai tujuannya.
G. Orientasi Nilai Budaya
Kebudayaan sebagai karya manusia memiliki sistem nilai, menurut C. Kluckhon dalam karyanyavariations in value orientation (1961) sistem nilai budaya dalam semua kebudayaan di dunia, secarauniversal menyangkut lima masalah pokok kehidupan manusia, yaitu:
  1. Hakekat hidup manusia: hakekat hidup untuk setiap kebudayaan berbeda secara ekstern. Ada yang berusaha untuk memadamkan hidup, ada pula dengan pola-pola kelakuan tertentu.
  2. Hakekat karya manusia: setiap kebudayaan hakekatnya berbeda-beda, untuk hidup, kedudukan/kehormatan, gerak hidup untuk menambah karya.
  3. Hakekat waktu  manusia: hakekat waktu untuk setiap kebudayaan berbeda, orientasi masa lampau atau untuk masa kini.
  4. Hakekat alam manusia: ada kebudayaan yang menganggap manusia harus mengeksploitasi alam, ada juga yang harus harmonis dengan alam atau manusia menyerah kepada alam.
  5. Hakekat hubungan manusia: mementingkan hubungan antar manusia baik vertikal maupun horizontal (orientasi pada tokoh-tokoh). Ada pula berpandangan individualistis.


H. Perubahan Kebudayaan
Terjadinya gerak perubahan kebudayaan ini disebabkan oleh :
  • Sebab-sebab yang berasal dari dalam masyarakat dan kebudayaan sendiri misalnya: perubahan jumlah dan komposisi penduduk
  • Sebab-sebab perubahan lingkungan alam dan fisik tempat mereka hidup
Faktor Yang Mempengaruhi Diterima Atau Tidaknya Suatu Unsur Kebudayaan Baru, Diantaranya :
  • Terbatasnya masyarakat memiliki hubunganatau kontak dengan kebudayaan dan dengan orang-orang yang berasal dari luar masyarakat tersebut.
  • Pandangan  hidup dan nilai-nilai yang dominandalam suatu kebudayaan ditentukan oleh nilai-nilai agama
  • Corak struktur sosial suatu masyarakatturut menentukan proses penerimaan kebudayaan baru
  • Suatu unsur kebudayaan diterima jika sebelumnya sudah ada unsur-unsur kebudayaan yang menjadi landasanbagi diterimanya unsur kebudayaan yang baru tersebut
  • Apabila unsur baru itu memiliki skala kegiatan yang terbatas, dan dapat dengan mudah dibuktikan kegunaannya oleh warga masyarakatyang bersangkutan.

I. Kaitan manusia dan kebudayaan
Secara sederhana hubungan antara manusia dan kebudayaan adalah manusia sebagai perilaku kebudayaan, dan kebudayaan merupakan obyek yang dilaksanakan manusia.
Dari sisi lain, hubungan antara manusia dan kebudayaan ini dapat dipandang setara dengan hubungan antara manusia dengan masyarakat dinyatakan sebagai dialektis, maksudnya saling terkait satu sama lain, proses dialektis tercipta melalui tiga tahap, yaitu :
  1. Eksternalisasi, yaitu proses dimana manusia mengekspresikan dirinya dengan membangun dunianya.
  2. Obyektivasi, yaitu proses dimana masyarakat menjadi realitas obyektif.
  3. Internalisasi, yaitu proses dimana masyarakat disegrap kembali oleh manusia.

Manusia dan kebudayaan, atau manusia dan masyarakat, oleh karena itu mempunyai hubungan keterkaitan yang erat atu sama lain. Pada kondisi sekarang ini kita tidak dapat lagi membedakan mana yang lebih awal muncul manusia atau kebudayaan.
Dalam sehari-hari istilah kebudayaan sering diartikan sama dengan kesenian, terutama seni suara dan seni tari.
Kebudayaan dari bahasa sansekerta berasal dari kata budhayah yang berarti budi atau akal. Dalam bahasa latin, kebudayaan berasal dari kata colere, yang berarti mengolah tanah. Jadi secara umum dapat diartikan sebagai “segala sesuatu yang dihasilkan oleh akal budi (pikiran) manusia dengan tujuan untuk mengolah tanah atau tempat tinggalnya, atau dapat pula diartikan segala usaha manusia untuk dapat melangsungkan dan mempertahankan hidupnya di dalam lingkungannya.”.

Read More

Tugas 1 Etika & Profesionalisme TSI

1. Jelaskan  apa yang  dimaksud dengan “Etika” secara umum dan berikan contoh penerapan “Etika” dalam teknologi sistem informasi! 

Etika secara umum dapat diartikan suatu sikap dan perilaku yang menunjukkan kesediaan dan kesanggupan seseorang secara sadar untuk mentatati ketentuan dan norma kehidupan yang berlaku dalam suatu kelompok masyarakat atau suatu organisasi.

Penerapan "etika" dalam teknologi informasi sendiri bermacam - macam, seiring berkembangnya teknologi informasi hampir seluruh masyarakat atau pun suatu organisasi menggunakan teknologi informasi, maka dari itu di perlukan nya etika dalam penggunaan teknologi informasi itu sendiri. Sebagai contoh etika dalam penggunaan suatu aplikasi yang mana sekarang banyak sebuah aplkasi bajakan, menyebarluaskan data digital, baik dalam bentuk film, musik, software, atau bahkan e-book telah menjadi hal yang lumrah di dunia maya tetapi kita tetap harus menggunakan etika dalam menyebarluaskan hal - hal seperti itu dengan hanya melakukan penyebaran atau sharing konten - konten yang bersifat legal, dengan mencatumkan nama pemilik asli, dan tidak mengakui konten milik orang lain sebagai milik kita sendiri.


2. Apa tujuan dari penerapan “Etika” dalam teknologi sistem informasi? Jelaskan! 



- untuk menghindari penyebarani informasi yang secara langsung berkaitan dengan masalah - masalah yang merusak moral bangsa seperti konten pornografi
- untuk menghindari penyebaran konten informasi yang memiliki tendensi menyinggung secara langsung dan negatif masalah suku, agama dan ras (SARA), termasuk di dalamnya usaha penghinaan, pelecehan, pendiskreditan, penyiksaan serta segala bentuk pelanggaran hak atas perseorangan, kelompok / lembaga / institusi lain.
 - untuk menghindari adanya informasi yang berisi instruksi untuk melakukan perbuatan melawan hukum (illegal) baik di Indonesia ataupun ketentuan internasional umumnya.
 - untuk menghidari adanya segala bentuk eksploitasi terhadap anak-anak dibawah umur.
- mencegah adanya publikasi  atau saling bertukar materi dan informasi yang memiliki korelasi terhadap kegiatan pirating, hacking dan cracking.
- untuk menghormati etika dan segala macam peraturan yang berlaku di masyarakat internet umumnya dan bertanggung jawab sepenuhnya terhadap segala muatan / isi situsnya.

3. Jelaskan “Etika” apa yang harus diperhatikan bagi pembuat, pengembang dan pengguna teknologi sistem informasi! 

bagi pembuat dalam bidang teknolgi informasi harus memperhatikan manfaat dari apa yang dibuat, hasil murni apa yang dibuat, selalu mencantumkan  sumber referensi, tidak melanggar hal yang telah di jelaskan diatas seperti konten illegal, pornografi dan mengandung sara.

bagi pengembang juga harus memperhatikan manfaat dari nilai - nilai yang dikembangkan. sedangkan bagi pengguna teknologi sistem informasi hendaknya dapat menggunakan / memanfaatkan teknologi sistem informasi tersebut sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku, tidak melakukan tindakan ilegal atau merugikan pihak pembuat, pengembang maupun pengguna lainnya.

Read More

Tugas 1 - Pengantar Telematika


  1. Jelaskan menurut pendapat masing-masing tentang factor-faktor yang mempengaruhi layanan telematika dapat dengan mudah diakses!
    =>
    inovasi teknologi dapat berpengaruh besar dengan mudah nya layanan telematika di akses, karena di era modern sekarang hampir seluruh masyarakan sudah mengenal teknologi mobile seperti smartphone dan laptop, faktor teknologi informasi inilah yang dapat mempengaruhi layanan telematika. faktor lain yang dapat mempengaruhi adalah penyebaran informasi mengenai layanan - layanan telematika yang menyeluruh ke masyarakat
  2. Bagaimana peranan telematika di berbagai bidang? Berikan contoh layanan telematika pada bidang pendidikan!
    =>
    layanan telematika sangat berperan dan berpengaruh pada berbagai bidang karena semakin maju nya teknologi informasi dan cepatnya penyebaran informasi sehingga perlu di dukung dengan ada nya layanan - layanan telematika yang dapat membantu meningkatkan kualitas dari masing - masing bidang tersebut.

    sebagai contoh bidang pendidikan, layanan telematika di bidang pendidikan sangat banyak mial nya layanan e-journal, layanan berbasis web yang mana menampung berbagai macam jurnal international yang dapat di akses bebas oleh seluruh masyarakat terutama para pelajar, layanan seperti ini sangat membantu mahasiswa untuk mendapat referensi dalam mengerjakan tugas akhir, skripsi atau penelitian
  3. hal-hal apa saja yang harus diperhatikan untuk mengurangi dampak negatif dari telematika, jelaskan!
  4. =>
    dengan banyak nya layanan telematika yang tersedia kita harus memperhatikan hal - hal seperti sumber layanan tersebut, keakuratan data layanan telematika.

  5. Apa fungsi dari telematika? Jelaskan!
    =>
    sebagai pendukung atau sarana pelaksana tugas dari macam - macam bidang kehidupan seperti pendidikan, kesehatan ataupun kepolisian. yang mana berpengaruh pada tingkat efisiensi kerja, mempermudah mendapat informasi dan kemudahan berkomunikasi.

Read More